Foto By : Noengcahyana

Membuat Rumah Sejuk Walaupun Tanpa AC

Interior
Foto By : Noengcahyana
Foto By : Noengcahyana

Banyak orang menganggap tidak mungkin untuk membuat hunian lebih sejuk tanpa adanya pendingin ruangan atau air conditioner (AC). Padahal dengan hanya menerapkan prinsip-prinsip dasar lingkungan, hunian kita akan lebih sejuk dengan alami, tanpa harus merogoh kocek terlalu dalam.

Apa saja yang bisa kita terapkan untuk menyejukkan hunian tanpa AC? Berikut penjelasannya.

1. Udara panas keluar, udara dingin masuk

Hal paling mendasar yang bisa Anda lakukan untuk menjaga kesejukan udara hunian tanpa AC ialah menjaganya agar tidak terlalu banyak sinar mentari yang masuk dan membuat udara sejuk masuk saat malam hari. Selama siang hari, tutup atau buka sedikit saja jendela, tirai, atau apa saja yang bisa digunakan untuk menghalau sinar matahari masuk, terutama sisi timur dan barat rumah Anda. Jika Anda memiliki teras, Anda bisa memasang sebuah tirai atau penahan sinar agar terik matahari tidak masuk langsung ke hunian.

2. Jendela

Gunakan warna cerah atau putih di jendela atau aksesorisnya sehingga sinar matahari terpantul keluar hunian. Anda bisa juga menggunakan lapisan pemantul ke jendela untuk mengurangi sinar matahari yang masuk. Di malam hari, biarkan saja hunian Anda terhubung dengan udara luar jika memungkinkan tanpa harus mempertaruhkan risiko keamanan, karena menutup jendela sebagai jalan keluar ke udara bebas akan membatasi sirkulasi udara dan menyimpan panas dalam hunian.

3. Gunakan kipas angin

Udara yang bergerak suhunya lebih rendah dari udara yang diam. Di malam hari tempatkan kipas angin di jendela untuk membawa masuk udara sejuk. Kipas angin di atap hunian bisa juga digunakan.

4. Ubah kipas angin jadi AC

Caranya? Tempatkan sewadah bongkahan es atau botol air dingin di depan kipas angin.

5. Temukan sumber panas

Cara lain yang harus ditempuh selain mendinginkan hunian ialah menemukan biang keladi yang membuat hunian Anda gerah. Biasanya alat-alat rumah tangga bisa mengeluarkan panas berlebihan yang membuat suhu ruang meningkat tanpa kita sadari. Jika Anda keluar, matikan semua peralatan listrik untuk mencegah pemborosan dan pengeluaran panas terus menerus dari alat bertenaga listrik yang tidak sedang digunakan. Jika Anda menghabiskan waktu lebih banyak di rumah, cobalah gunakan peralatan yang menghasilkan panas hanya saat udara/ cuaca tidak sedang panas-panasnya.

6. Bohlam listrik

Ganti bohlam biasa yang konvensional dengan bohlam fluorescent yang lebih rendah temperaturnya saat digunakan. Matikan lampu saat tidak digunakan.

7. Kelembaban

Kelembaban membuat hunian terasa lebih panas dan pengap. Cucilah pakaian dan kain kotor di fajar atau malam hari saja. Jika kamar mandi, ruang cuci pakaian atau dapur memiliki ventilasi, bukalah ventilasi. Berinvestasilah dengan membeli alat pengurang kelembaban

8. Sekatlah loteng

Sebuah loteng yang disekat dengan baik terutama saat ventilasi loteng digunakan, ialah salah satu cara terbaik untuk mengusir udara panas dari hunian.

9. Penataan lansekap

Saat Anda menata lansekap hunian, perhatikan juga pepohonan di sekitar hunian. Jangan tebang pohon yang sudah ada kecuali jika memang sangat terpaksa. Tanam pohon-pohon yang kokoh (berakar tunggang), tanaman menjalar yang menyejukkan dinding luar rumah. Hindari penggunaan bebatuan yang bisa menyerap panas, seperti semen dan aspal, yang terlalu dekat dengan hunian.

10. Buat kolam

Unsur air dalam hunian selain menambah estetika, juga bisa digunakan untuk memberi kesan sejuk. Akan lebih baik jika di sekitar kolam ditanami tetumbuhan dan rumput yang bisa menyerap panas.

Sumber Artikel : iproperti

Ramlan Hadiansyah

pengembang perumahan, marketing properti dan founder di www.griyapontianak.com

http://www.griyapontianak.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *