IPW : Jokowi – JK Lebih Menguasai Isu Perumahan

Proram Perumahan Jokowi

Dikutip dari website resmi Indonesia Property Watch (IPW) yang menilai program-program perumahan yang dicanangkan oleh dua pasang kandidat calon presiden dan wakil presiden. Berikut kutipan dan ulasannya :

Debat visi misi pasangan capres-cawapres di sektor perumahan yang digelar oleh Forwapera (Forum Wartawan Perumahan Rakyat) memberikan gambaran kejelasan dan keberpihakan masing-masing kubu terhadap sektor perumahan rakyat yang selama ini semakin komplek dan perlu penanganan sesegera mungkin. Gagalnya pemerintah saat ini untuk berperan sebagai penyelenggara penyediaan perumahan rakyat, menjadikan tingkat masyarakat untuk tidak bisa memiliki hunian semakin bertambah.

Tim sukses dari Prabowo-Hatta yang menampilkan Dr Harry Azhar Aziz MA dan Drajat Wibowo yang keduanya merupakan anggota DPR Komisi XI tertinggal jauh dalam pemahaman serta kapabilitasnya di sektor perumahan rakyat dibandingkan dengan tim sukses Jokowi-JK yaitu Enggartiasto Lukita dan Setyo Maharso yang dari dulu telah lama berkecimpung di sektor perumahan dan properti.

Tim Prabowo-Hatta

Penjelasan yang disampaikan tim menggambarkan kurangnya pemahaman tim di sektor perumahan menyusul beberapa istilah sektor perumahan yang salah diucapkan. Selain itu beberapa pernyataan yang dirasa menjadi blunder dari Prabowo-Hatta, antara lain :

  1. Sektor perumahan gagal di era reformasi. Hal ini menjadi blunder karena saat ini Menteri Perumahan Rakat yang berasal dari PPP merupakan koalisi dari Prabowo-Hatta
  2. Bank tanah akan sulit dilakukan di perkotaan. Dimana sebenarnya masih terdapat tanah-tanah aset pemda, BUMN, atau BUMD yang bisa dimanfaatkan.
  3. Mengenai rencana pembangunan 2.000 tower rumah susun, tim agak ragu menjelaskan bagaimana program tersebut dapat terealisasi. Kerja sama dengan Kementerian Kehutanan menjadi alternatif pilihan yang disampaikan, yang memberikan gambaran bahwa inti dari pembangunan tower rumah susun belum sepenuhnya dipahami, karena seharusnya rumah susun dibangun di perkotaan.
  4. Anggaran perumahan sebesar 0,5% yang disebutkan menjadi kontra dengan pernyataan agar perumahan menjadi prioritas selain sandang dan papan. Dengan semakin bertambahnya backlog perumahan seharusnya anggaran malah ditambah.
  5. Tim mengakui tidak membuat program khusus untuk perumahan melainkan tergabung dalam payung besar infrastruktur.
  6. Mengenai kepemilikan asing yang membolehkan warga negara asing memiliki dengan hak pakai. Tim mengusulkan agar hak pakai dapat diagunkan. Yang sebenarnya hak pakai secara hukum tidak masalah untuk diagunkan meskipun banyak bank belum terbiasa.

Tim Jokowi-JK

Tim menjelaskan mengenai pentingnya urusan pertanahan berkaitan juga dengan tata ruang yang transparan. Ekonomi biaya tinggi yang menjadi permasalahan dunia usaha pun menjadi perhatian dari tim.

Beberapa pernyataan dari tim Jokowi-JK antara lain :

  1. Jokowi telah membangun kampung deret di DKI Jakarta sebagai salah satu alternatif pemenuhan hunian
  2. Pengurusan biaya secara on-line dan transparan untuk mengurangi biaya-biaya siluman
  3. Berkaitan dengan pembangunan rusun, tim berjanji akan membangun 5.000 tower rumah susun. Meskipun belum disampaikan secara utuh mengenai realisasinya, namun dengan program 1.000 tower rusunami tahun 2007 yang dibuat JK dapat menjadi pengalaman untuk dapat merealisasikan hal tersebut.
  4. Mengenai kepemilikan asing, menurut tim terdapat hal penting, terkait dengan masih berlaku UUPA yang ada saat ini dan sulit untuk diamandemen.

Melihat kualitas masing-masing tim sukses yang ada, sangat diharapkan tim sukses Prabowo-Hatta dapat lebih menampilkan tokoh-tokoh yang benar-benar mengerti mengenai sektor perumahan. Karena sektor perumahan tidak semudah kelihatannya. Sektor ini harus ditangani oleh orang yang benar-benar paham dan membumi. Sektor perumahan bukan anak tiri karena merupakan salah satu indikator kesejahteraan sebuah negara. Diharapkan presiden mendatang akan memberikan fokus yang serius bagi sektor perumahan rakyat karena menyangkut kesejahteraan rakyat itu sendiri, dan kedudukan Kemenpera jangan dijadikan politik dagang sapi untuk bagi-bagi jatah partai.

Tim sukses Prabowo-Hatta masih terkesan bermain di politik anggaran dan belum menyentuh kondisi pasar sebenarnya. Belum ada sosok yang benar-benar menguasai sektor perumahan. Berbeda dengan tim sukses Jokowi-Hatta yang memperlihatkan kualitas pemahaman dari tim yang ada. Karenanys di sektor perumahan Kubu Jokowi-Hatta menang telak atas Prabowo-Hatta.

Sumber:
Indonesia Property Watch
Ali Tranghanda

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *