biaya akad

Apa itu Biaya Akad ? Membeli Rumah Secara KPR

Berita Terbaru

biaya akad kpr

Biaya-biaya tersebut diatas belum termasuk BPHTB, AJB, asuransi dan biaya lain yang muncul sesuai peraturan bank saat pengajuan KPR

GriyaPontianak.com – Anda mungkin pernah melihat tulisan semacam itu di brosur perumahan / properti. Banyak para konsumen perumahan belum mengerti dan mungkin bertanya dalam hati apa itu biaya akad ? mengapa harus membayar lagi ? Mengapa tidak dijadikan satu dengan harga rumah ?

Pengertian Biaya Akad

Apa itu Biaya Akad ? sebenarnya ini hanya istilah untuk menggabungkan biaya-biaya yang muncul saat menjelang terjadinya akad kredit / Akta Jual Beli di hadapan notaris. Kali ini Griya Pontianak akan menjelaskan perlahan agar anda lebih memahami pengertian dari biaya akad saat KPR.

Saat membeli rumah dengan cara KPR memang kita harus mempersiapkan biaya ekstra selain dari uang muka yang sudah kita keluarkan karena kita tidak hanya berhubungan dengan pihak developer melainkan pihak-pihak lain atau instansi lain seperti bank, asuransi dan ain-lain.

Jika kita membeli rumah secara cash atau cash bertahap kepada developer biaya akad akan jah lebih ringan karena hanya membayar 2 biaya yaitu :

  1. BPHTB : Adalah Bea Perolehan Hak Atas Tanah dan Bangunan, ini adalah pajak pembelian
  2. BBN + Notaris : Adalah Biaya Balik Nama Sertifikat ditambah tarif Notaris yang membuatkan Akta Jual Beli serta pengurusan balik nama sertipikat tanah dari nama penjual / developer menjadi nama pembeli.

Sedangkan jika kita membeli rumah secara KPR biaya yang tadinya hanya 2 macam harus menjadi bermacam-macam karena melibatkan lebih banyak pihak.

Biaya Biaya Tersebut adalah :

  1. Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB) untuk pemerintah setempat
  2. Biaya Survey ( untuk pihak bank )
  3. Biaya Administrasi KPR (untuk pihak Bank)
  4. Biaya Provisi (untuk pihak bank)
  5. Biaya Balik Nama ( BPN dan Notaris )
  6. Biaya APHT (Akta Pemberian Hak Tanggungan) untuk Bank, Notaris dan BPN
  7. Biaya Penilai/Appraisal (untuk bank)
  8. Angsuran Pertama
  9. Biaya Asuransi Jiwa dan Kebakaran (untuk lembaga asuransi terkait)
  10. Biaya Materai.

Nah banyak kan pihak yang terlibat ? namanya saja membeli secara kredit dengan harga rumah yang bisa ratusan juta maka saat akad kredit pasti melalui banyak verifikasi dan biaya oleh pihak-pihak terkait. Seluruh biaya tersebut pada kenyataannya memang ditanggung oleh konsumen.

Dari sisi manfaat biaya-biaya tersebut tentu sangat beralasan dari aspek hukum agar antara penjual (developer), pembeli, dan pemberi fasilitas kredit (bank) merasa aman dalam jangka waktu lama hingga rumah atau properti tersebut benar-benar lunas.

Mengapa biaya-biaya akad tidak tertera di brosur ?

Hal ini juga pasti banyak yang ingin tahu alasannya. Biaya-biaya yang tertera diatas jumlahnya tidak semua sama karena akan tergantung dari banyak aspek yang membuatnya tidak sama antara konsumen satu dengan konsumen lainnya. Perbedaan tersebut yaitu :

  1. Tergantung berapa lama tenor KPR yang diajukan
  2. Tergantung berapa besar DP dan Plafond kredit
  3. Tergantun melalui bank mana (masing-masing bank berbeda aturan)
  4. Tergantung notaris yang ditunjuk oleh bank (masing-masing notaris berbeda tarif)
  5. Tergantung nilai asuransi yang dihitung dari lama pembiayaan (kredit)

Karena banyaknya perbedaan kebutuhan antara konsumen satu dengan konsumen lainnya maka sebagian besar developer tidak akan mencantumkan biaya-biaya akad di brosur penawaran mereka. Namun biaya biaya tersebut bisa diperkirakan saja dimana akan lebih tepat jika dihitungkan oleh pihak bank yang dipilih saat pengajuan KPR.

Semoga tulisan ini bermanfaat untuk bapak / ibu sekalian.

Penulis : Ramlan Hadiansyah

Ramlan Hadiansyah

pengembang perumahan, marketing properti dan founder di www.griyapontianak.com

http://www.griyapontianak.com

1 thought on “Apa itu Biaya Akad ? Membeli Rumah Secara KPR

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *